Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wawancara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Mei 2026

Kabar Hoaks Bagi Guru Madrasah Honorer Cilacap di Hari Pendidikan Nasional

 

Ilustrasi Guru Menerima Honor (Chat GPT/AI)

Oleh: Gita FU

Ada isu panas beredar di media sosial Facebook warga Cilacap. Saya pribadi mengetahuinya dari  postingan Taufick Hidayatulloh. Ia menyebutkan,  bahwa Plt. Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, akan menghapus  insentif sebesar Rp 100.000 per bulan bagi guru madrasah honorer, demi efisiensi anggaran. Padahal insentif tersebut merupakan buah kebijakan, yang diputuskan Bupati Cilacap (non aktif) Syamsul Aulia Rahman bersama DPRD Cilacap pada November 2025 lalu.

Beragam reaksi dan komentar muncul atas postingan tersebut. Tak sedikit pula yang lalu membagikannya ke dinding medsos masing-masing. Dari pantauan saya, rata-rata komentar warganet bernada marah, kecewa, prihatin, hingga menghujat. 

Namun, usai saya baca sampai tuntas tulisan-tulisan (ada dua dengan topik yang sama) tersebut, saya tak menemukan sumber berita rujukan yang dipakai pemilik akun itu. Bahkan ketika salah satu warganet menanyakan sumber tulisan, ia tak mendapatkan jawaban yang jelas.

Tentu saja saya pribadi amat penasaran dengan isu panas ini. Saya lalu mencari sendiri  dari portal-portal berita baik milik media online maupun laman Pemerintah Kabupaten Cilacap. Hasilnya nihil. Kemudian saya mencari tahu dari teman guru madrasah honorer. Ia mengaku tak tahu ada berita seperti itu.

Akhirnya saya memutuskan langsung bertanya ke narasumber resmi di Pemerintah Kabupaten Cilacap.  Pertama, saya coba menghubungi Kepala Diskominfo Kabupaten Cilacap Buddy Haryanto. 

"Berita itu tidak benar. Tapi untuk mendapatkan keterangan lebih jelasnya silakan menghubungi Pak Sapta Giri, Mba," jawabnya kepada saya melalui telepon, Sabtu (2/5/2026) sore.

Selanjutnya sesuai saran tersebut, saya berkomunikasi langsung dengan Kepala BPKAD Kabupaten Cilacap Sapta Giri Putra. Senada dengan pernyataan Buddy, ia pun menyanggah kabar itu.

Faktanya, pada hari Kamis (30/4/2026) telah berlangsung acara audiensi antara jajaran pengurus PD Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) sekira 15 orang, dengan Plt. Bupati Cilacap Ammy Aulia Fatma Surya yang didampingi Asisten tiga bidang Administrasi Umum Budi Santoso, Kepala Dinas P dan K Cilacap Paiman, Inspektur Inspektorat Cilacap Aris Munandar, dan Kepala BPKAD Cilacap.

“Oleh beliau Plt. Bupati, sudah disampaikan bahwa terkait anggaran pembayaran insentif guru madrasah yang sudah dialokasikan dalam APBD TA 2026, dalam waktu dekat akan dilakukan reviu terlebih dahulu untuk memastikan aspek yuridis atas pengalokasian anggaran tadi benar, dan sesuai dengan ketentuan perundangan,” bebernya kepada saya.

“Setelah ada hasil reviu atas kepastian terkait pembayaran insentif tersebut, akan segera diinfokan kepada pengurus PD PGM," lanjutnya.

Menurut Sapta, informasi tersebut sudah dipahami dan dimaklumi oleh jajaran pengurus PD PGM yang hadir di lokasi audiensi. Adapun durasi yang diperlukan untuk melakukan reviu adalah sesegera mungkin.

“Tidak ada pernyataan Plt. Bupati yang menyatakan (insentif) dicabut,” tegas Sapta.

Setelah mendapatkan informasi resmi tersebut di atas, saya merasakan kelegaan hati. Bahwasannya nasib baik masih berpihak pada guru madrasah honorer/non ASN di Cilacap. Hanya saja, mungkin memang diperlukan sedikit kesabaran, dan kejernihan berpikir, dalam menanti proses realisasinya.

Sedikit mengilas balik. Keputusan pemberian insentif sebesar Rp 100.000 per bulan bagi guru madrasah honorer/non ASN di Kabupaten Cilacap, resmi disahkan pada bulan November 2025 oleh Bupati Cilacap (non aktif) Syamsul Aulia Rahman. Sekda (non aktif) Cilacap Sadmoko Danardono kala itu menyampaikan dalam keterangan resmi, bahwa insentif bagi 4.900 guru di 24 kecamatan tersebut masuk dalam APBD TA 2026.   

Tentunya keputusan yang sudah masuk dalam kebijakan APBD 2026 bukanlah keputusan yang mudah dicabut begitu saja, bukan?

  

 

 

  

Rabu, 05 November 2025

Kolaborasi KBSA dan KLC demi Memajukan Literasi di Cilacap


Nurul Mae dan Mitri Komalasari
Nurul Mae dan Mitri Komalasari usai Workshop Literasi Keuangan (Foto: GFU)

oleh: Gita FU

 Cilacap, kopidarigita.com—Sobat, kolaborasi adalah kerja sama antara dua atau lebih individu, kelompok, atau organisasi, untuk mencapai tujuan bersama. Pihak-pihak yang terlibat saling berbagi sumber daya, keahlian, dan tanggung jawab agar mencapai hasil yang diinginkan. Dengan kolaborasi, hasil yang dicapai biasanya lebih baik dibanding bekerja seorang diri.

 Alasan tersebut agaknya mendasari Nurul Mae, pendiri Kelompok Belajar dan Taman Baca Masyarakat Semesta Alam, serta Mitri Komalasari, pendiri Klub Literasi Cilacap, berkolaborasi dalam sejumlah kegiatan edukasi dan penguatan literasi di wilayah Ciacap. Yang terbaru adalah kolaborasi mereka di Workshop Literasi Keuangan, pada Sabtu (25/10/2025) lalu, di Aula Perpustakaan Daerah Cilacap.

Baca juga: Pegiat Literasi Cilacap Ajak Masyarakat Sadari Literasi Keuangan di Era Digital 

Sebagai informasi tambahan, Nurul Mae belum lama ini menerima Penghargaan Gerakan Budaya Gemar Membaca dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap, lho. Penghargaan ini diserahkan pada Kamis, 30 Oktober 2025, di Hotel Sindoro, Cilacap. Menurutnya, apresiasi tersebut  seolah menjadi kado manis setelah lima tahun kiprahnya di masyarakat.


Nurul Mae terima penghargaan
Nurul Mae (berbaju merah muda) saat menerima hadiah Penghargaan Gerakan Budaya Gemar Membaca secara simbolis, tempo hari (Foto: NM/KBSA)

Sementara Mitri dan Klub Literasi Cilacap konsisten mengadakan kegiatan yang mendorong minat baca generasi muda. Ia dan Semesta Buku menyelenggarakan Bincang Buku, di event yang disponsori oleh Gramedia itu pada Jumat, 31 Oktober 2025, di Aula Politeknik Negeri Cilacap. Acara Bincang Buku tersebut terbukti mengundang minat banyak peserta dari berbagai latar  belakang.  


Mitri dan Bincang Buku
Klub Literasi Cilacap usai Bincang Buku di Semesta Buku (Foto: MK/KLC)

 Kembali ke topik kolaborasi di awal.  Saya sempat berbincang-bincang dengan  Nurul Mae (NM) dan Mitri K. (MK) usai acara Workshop Literasi Keuangan. Berikut hasilnya saya rangkum untuk sobat semua.

 

Apa tujuan mengadakan workshop?

NM:  Tujuannya mengedukasi teman-teman terkait literasi keuangan, manajemen keuangan, dan permainan edufin.

Siapa yang menjadi sasaran edukasi?

NM: Kelompok usia SMA, mahasiswa, ibu  rumah tangga, dan masyarakat umum.

Apa alasan menyelenggarakan workshop?

NM: Dari KBSA/TBM (Komunitas Belajar Semesta Alam/Taman Bacaan Masyarakat) sejak awal konsen ke kegiatan pendidikan, salah satunya bidang literasi. Literasi sendiri mencakup banyak hal salah  satunya literasi keuangan. Kebetulan saya sendiri berkesempatan bulan lalu (September) mengikuti Training dari OJK Purwokerto. Jadi untuk menyebarkan ilmu yang sudah saya dapatkan dari training, dibuatlah workshop ini.

Bagaimana kesadaran masyarakat Cilacap tentang  literasi keuangan?

NM: Untuk jumlah pasti, kan, perlu survei. Untuk perkiraan masih menengah, yang masih perlu digencarkan sosialisasinya.

Apakah workshop Literasi Keuangan akan berlanjut?

NM: Saya belum tahu. Jika memang masih ada teman yang menginginkan, ya nanti kita adakan dengan kolaborasi yang lebih luas.

Apa harapannya setelah mengadakan kegiatan ini?

NM: Harapannya, ya, dengan adanya literasi keuangan maka  semakin aware dengan pengelolaan keuangan  supaya (hidup) lebih baik lagi, dan terhindar dari utang yang buruk.

 

Apa peran Klub Literasi Cilacap (KLC) pada acara ini?

MK: Peran KLC sebagai kolaborator. Karena KLC mendukung kegiatan-kegiatan yang konsen dibidang literasi.

Bagaimana antusiasme peserta menurut pantauan KLC?

MK: Saya menilai antusiasme peserta cukup tinggi. Dan dari ekspresi peserta seolah tercerahkan.  Karena setelah dapat edukasi peserta mendapat wawasan baru tentang mengelola uang.

Apakah di lain kesempatan KLC akan mengadakan sendiri  workshop semacam ini?

MK: Sepertinya tidak. Kami tetap ingin berkolaborasi  dengan pegiat literasi lainnya agar ilmu dan wawasan dapat saling ditularkan.

NM: Karena kolaborasi itu saling menguatkan (tertawa bareng).


Wah, mereka kompak bener, ya, Sobat? Kita  doakan, yuk, semoga semakin banyak generasi muda di Cilacap yang sadar akan pentingnya edukasi dan literasi, bagi masa depan yang lebih baik. Aamiin.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya!