Cari Blog Ini

Sabtu, 10 Januari 2026

Konsep Baru, Warung Makan Barokah Ajak Masyarakat Turut Bersedekah

 

Banner tampak depan Warung Barokah (dok.pri/GFU)

Oleh: Gita FU

Cilacap, kopidarigitadotcom--Memasuki tahun kelima, Warung Makan Barokah (disingkat WB) melakukan peluncuran dan pembukaan WB, dengan konsep dan tempat baru di Jalan Rinjani No. 60, Cilacap (sebelah Ayam Abang), pada hari Jumat, 9 Januari 2026 lalu. Kali ini para pengelola WB mengajak partisipasi pengunjung dalam gerakan Serbu, Sedekah Dua Ribu.

Menurut Emmi, salah seorang pengelola, nominal dua ribu tidak dimaksudkan membayar makanan yang disajikan. Melainkan untuk memantik kesadaran masyarakat akan indahnya bersedekah.

"Dua ribu itu minimalnya. Tapi bukan itu sebenarnya, yang kami maksud adalah agar kesadaran bersedekah ini semakin meluas. Terutama di kalangan umat Islam," tuturnya kepada saya, di sela-sela kegiatan ramah tamah dengan para tamu undangan dari jamaah pengajian.

Senada dengan rekannya, Yetty Asofie pun menegaskan keinginan pengelola WB untuk naik level. Jika pada tahun lalu WB murni menyediakan makan gratis, kini mereka ingin menebarkan virus bersedekah.

"Allah tidak memandang berapa nominal yang kita sedekahkan. Tapi memandang niat dalam hati kita. Selain itu, sedekah tidak harus menunggu punya banyak uang. Makanya uang dua ribu pun sama berartinya dengan sedekah ratusan ribu," tegasnya kepada penulis.

Yetty menjelaskan teknis pelaksanaan gerakan Serbu. "Nantinya di meja prasmanan ada kotak atau kaleng yang kami taruh bersebelahan dengan tempat aneka lauk. Lalu mbak Ani (staf WB) akan mengingatkan pengunjung mengisi kotak itu sebelum mereka mulai mengambil makanan."

Yetty dan Emmi optimis cara itu akan mendapat respon baik. Sebab nominalnya yang kecil dirasa bakal memudahkan orang-orang untuk tidak ragu bersedekah. Selain itu, WB tetap menerima donatur yang ingin menitipkan sedekah berupa barang, buah, maupun sembako. 

Di tempat yang baru ini WB punya jam operasional berbeda. Selain libur di hari Ahad dan hari besar Islam, kini warung tutup pula setiap hari Senin dan Kamis. Menurut penjelasan pengelola, Senin dan Kamis adalah waktu untuk melaksanakan puasa Sunnah.

"Kami ingin WB menjadi agen atau penyampai nilai-nilai Islam kepada masyarakat sekitar. Selain konsep (ber)sedekah tidak harus menunggu kaya, kami pun ingin mensyiarkan perkara-perkara yang dicontohkan dan dicintai oleh Nabi, yaitu puasa Senin-Kamis," jelas Emmi. 

Ringkasnya, WB kini buka setiap hari Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu mulai pukul 10.00-13.00 WIB. Sama seperti sebelumnya, WB membuka diri kepada siapa saja yang membutuhkan makan di tempat. Menu yang disajikan pun selalu berganti setiap hari, dan rasanya enak. Sebab WB sengaja mempekerjakan juru masak yang handal. 

Secara terpisah Yetty Asofie menyampaikan harapan besarnya, terkait perjalanan WB ini.

"Masih sama seperti sebelumnya. Saya berharap ada orang yang mau mendonorkan tempat permanen untuk WB. Sehingga napas WB akan lebih longgar. Saya dan teman-teman tinggal fokus mengelola WB, tanpa dibuat cemas dengan urusan perpanjangan sewa tempat seperti yang sudah-sudah," tuturnya penuh semangat.

Menurut pensiunan PNS Kabupaten Cilacap ini, orang yang tergerak menyumbangkan tempatnya untuk WB kelak akan memperoleh keuntungan besar. Sebab hakikatnya sedekah tidak membuat harta berkurang, melainkan terus bertambah dengan pahala yang mengalir hingga di akhirat kelak. 

"Saya percaya kita semua bisa ambil bagian dalam kerja akhirat ini. Ada yang menyumbang harta, tenaga, bahkan tulisan yang bermanfaat, tanpa mengurangi pahala satu sama lain," tandasnya. 

Pembaca yang ingin menyalurkan donasi silakan melakukan transfer ke nomor rekening Bank Muamalat 542001 1528 atas nama Luki Herawati. Setelah itu bukti transfer bisa dikonfirmasi ke nomor salah satu pengelola yang terdapat pada banner di muka warung.



Sabtu, 03 Januari 2026

Mlowes Skincare Cilacap, Siap Bikin Perempuan Tampil Kian Luwes

 

Mira Mahmudah dan Mlowes Skincare, Brand Lokal Cilacap (Dok. Satria Galih/suaraindonesia)

Oleh: Gita FU

Cilacap, kopidarigita.com--Halo, Sobat kopidarigitadotcom! Alhamdulillah kita bersua kembali di tahun 2026 ini. 

Aku bawa kabar gembira nih, khususnya buat kaum perempuan. Sebuah perusahaan industri kosmetik dan perawatan kulit di Kecamatan Kroya, Cilacap bernama PT. Erniuni Cosmetic Indonesia, kini telah memproduksi rangkaian skincare ber-merk Mlowes.

Perusahaan ini fokus menghasilkan dan mengembangkan produk kosmetik lokal namun dengan standar produksi modern, formulasi berkualitas melalui proses higienis dan tentunya legal.

Adapun produk yang sedang dikembangkan mencakup rangkaian perawatan wajah harian seperti facial wash, toner, serum, day cream, night cream, moisturizer, dan sunscreen. Kandungan di dalamnya disebut mampu membantu menyamarkan flek hitam dan bekas jerawat, meratakan warna kulit, menjaga kelembapan, sekaligus memperkuat skin barrier agar kulit tampak lebih sehat dan bercahaya. 

Mira Mahmudah, Direktur PT KLS--distributor tunggal Mlowes Skincare--dalam keterangan yang aku lansir dari suaraindonesia.co.id menyebutkan dalam jangka waktu tak lama lagi PT Erniuni Cosmetic Indonesia akan menyajikan produk lain seperti body care series, body lotion, body wash, body scrub. 

Mira juga mengatakan bahwa merawat diri bukan semata persoalan penampilan, tapi bagian dari menjaga kebahagiaan rumah tangga.

“Setiap perempuan ingin tampil cantik alami dan merasa dicintai setiap hari. Dan bagi seorang istri ataupun ibu, merawat diri adalah bagian dari menjaga keharmonisan rumah tangga,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).

Sebagai brand skincare lokal, Mlowes bisa menjadi solusi bagi para istri yang ingin merawat diri agar terlihat cantik, atau luwes, di mata suami. 

"Mlowes skincare ini hadir untuk ibu dan remaja putri. Bersama Mlowes untuk cantik alami sehingga layak untuk dicintai setiap hari," ucap Mira.

"Produk Mlowes bisa dibeli di marketplace resmi Tiktok dan Shopee sehingga mudah diakses oleh masyarakat luas," tutupnya.

Sobat yang tertarik lebih jauh bisa lanjut ke media sosial mereka, ya. Semoga bermanfaat.

Rabu, 05 November 2025

Kolaborasi KBSA dan KLC demi Memajukan Literasi di Cilacap


Nurul Mae dan Mitri Komalasari
Nurul Mae dan Mitri Komalasari usai Workshop Literasi Keuangan (Foto: GFU)

oleh: Gita FU

 Cilacap, kopidarigita.com—Sobat, kolaborasi adalah kerja sama antara dua atau lebih individu, kelompok, atau organisasi, untuk mencapai tujuan bersama. Pihak-pihak yang terlibat saling berbagi sumber daya, keahlian, dan tanggung jawab agar mencapai hasil yang diinginkan. Dengan kolaborasi, hasil yang dicapai biasanya lebih baik dibanding bekerja seorang diri.

 Alasan tersebut agaknya mendasari Nurul Mae, pendiri Kelompok Belajar dan Taman Baca Masyarakat Semesta Alam, serta Mitri Komalasari, pendiri Klub Literasi Cilacap, berkolaborasi dalam sejumlah kegiatan edukasi dan penguatan literasi di wilayah Ciacap. Yang terbaru adalah kolaborasi mereka di Workshop Literasi Keuangan, pada Sabtu (25/10/2025) lalu, di Aula Perpustakaan Daerah Cilacap.

Baca juga: Pegiat Literasi Cilacap Ajak Masyarakat Sadari Literasi Keuangan di Era Digital 

Sebagai informasi tambahan, Nurul Mae belum lama ini menerima Penghargaan Gerakan Budaya Gemar Membaca dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap, lho. Penghargaan ini diserahkan pada Kamis, 30 Oktober 2025, di Hotel Sindoro, Cilacap. Menurutnya, apresiasi tersebut  seolah menjadi kado manis setelah lima tahun kiprahnya di masyarakat.


Nurul Mae terima penghargaan
Nurul Mae (berbaju merah muda) saat menerima hadiah Penghargaan Gerakan Budaya Gemar Membaca secara simbolis, tempo hari (Foto: NM/KBSA)

Sementara Mitri dan Klub Literasi Cilacap konsisten mengadakan kegiatan yang mendorong minat baca generasi muda. Ia dan Semesta Buku menyelenggarakan Bincang Buku, di event yang disponsori oleh Gramedia itu pada Jumat, 31 Oktober 2025, di Aula Politeknik Negeri Cilacap. Acara Bincang Buku tersebut terbukti mengundang minat banyak peserta dari berbagai latar  belakang.  


Mitri dan Bincang Buku
Klub Literasi Cilacap usai Bincang Buku di Semesta Buku (Foto: MK/KLC)

 Kembali ke topik kolaborasi di awal.  Saya sempat berbincang-bincang dengan  Nurul Mae (NM) dan Mitri K. (MK) usai acara Workshop Literasi Keuangan. Berikut hasilnya saya rangkum untuk sobat semua.

 

Apa tujuan mengadakan workshop?

NM:  Tujuannya mengedukasi teman-teman terkait literasi keuangan, manajemen keuangan, dan permainan edufin.

Siapa yang menjadi sasaran edukasi?

NM: Kelompok usia SMA, mahasiswa, ibu  rumah tangga, dan masyarakat umum.

Apa alasan menyelenggarakan workshop?

NM: Dari KBSA/TBM (Komunitas Belajar Semesta Alam/Taman Bacaan Masyarakat) sejak awal konsen ke kegiatan pendidikan, salah satunya bidang literasi. Literasi sendiri mencakup banyak hal salah  satunya literasi keuangan. Kebetulan saya sendiri berkesempatan bulan lalu (September) mengikuti Training dari OJK Purwokerto. Jadi untuk menyebarkan ilmu yang sudah saya dapatkan dari training, dibuatlah workshop ini.

Bagaimana kesadaran masyarakat Cilacap tentang  literasi keuangan?

NM: Untuk jumlah pasti, kan, perlu survei. Untuk perkiraan masih menengah, yang masih perlu digencarkan sosialisasinya.

Apakah workshop Literasi Keuangan akan berlanjut?

NM: Saya belum tahu. Jika memang masih ada teman yang menginginkan, ya nanti kita adakan dengan kolaborasi yang lebih luas.

Apa harapannya setelah mengadakan kegiatan ini?

NM: Harapannya, ya, dengan adanya literasi keuangan maka  semakin aware dengan pengelolaan keuangan  supaya (hidup) lebih baik lagi, dan terhindar dari utang yang buruk.

 

Apa peran Klub Literasi Cilacap (KLC) pada acara ini?

MK: Peran KLC sebagai kolaborator. Karena KLC mendukung kegiatan-kegiatan yang konsen dibidang literasi.

Bagaimana antusiasme peserta menurut pantauan KLC?

MK: Saya menilai antusiasme peserta cukup tinggi. Dan dari ekspresi peserta seolah tercerahkan.  Karena setelah dapat edukasi peserta mendapat wawasan baru tentang mengelola uang.

Apakah di lain kesempatan KLC akan mengadakan sendiri  workshop semacam ini?

MK: Sepertinya tidak. Kami tetap ingin berkolaborasi  dengan pegiat literasi lainnya agar ilmu dan wawasan dapat saling ditularkan.

NM: Karena kolaborasi itu saling menguatkan (tertawa bareng).


Wah, mereka kompak bener, ya, Sobat? Kita  doakan, yuk, semoga semakin banyak generasi muda di Cilacap yang sadar akan pentingnya edukasi dan literasi, bagi masa depan yang lebih baik. Aamiin.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya!