![]() |
| Banner tampak depan Warung Barokah (dok.pri/GFU) |
Oleh: Gita FU
Cilacap, kopidarigitadotcom--Memasuki tahun kelima, Warung Makan Barokah (disingkat WB) melakukan peluncuran dan pembukaan WB, dengan konsep dan tempat baru di Jalan Rinjani No. 60, Cilacap (sebelah Ayam Abang), pada hari Jumat, 9 Januari 2026 lalu. Kali ini para pengelola WB mengajak partisipasi pengunjung dalam gerakan Serbu, Sedekah Dua Ribu.
Menurut Emmi, salah seorang pengelola, nominal dua ribu tidak dimaksudkan membayar makanan yang disajikan. Melainkan untuk memantik kesadaran masyarakat akan indahnya bersedekah.
"Dua ribu itu minimalnya. Tapi bukan itu sebenarnya, yang kami maksud adalah agar kesadaran bersedekah ini semakin meluas. Terutama di kalangan umat Islam," tuturnya kepada saya, di sela-sela kegiatan ramah tamah dengan para tamu undangan dari jamaah pengajian.
Senada dengan rekannya, Yetty Asofie pun menegaskan keinginan pengelola WB untuk naik level. Jika pada tahun lalu WB murni menyediakan makan gratis, kini mereka ingin menebarkan virus bersedekah.
"Allah tidak memandang berapa nominal yang kita sedekahkan. Tapi memandang niat dalam hati kita. Selain itu, sedekah tidak harus menunggu punya banyak uang. Makanya uang dua ribu pun sama berartinya dengan sedekah ratusan ribu," tegasnya kepada penulis.
Yetty menjelaskan teknis pelaksanaan gerakan Serbu. "Nantinya di meja prasmanan ada kotak atau kaleng yang kami taruh bersebelahan dengan tempat aneka lauk. Lalu mbak Ani (staf WB) akan mengingatkan pengunjung mengisi kotak itu sebelum mereka mulai mengambil makanan."
Yetty dan Emmi optimis cara itu akan mendapat respon baik. Sebab nominalnya yang kecil dirasa bakal memudahkan orang-orang untuk tidak ragu bersedekah. Selain itu, WB tetap menerima donatur yang ingin menitipkan sedekah berupa barang, buah, maupun sembako.
Di tempat yang baru ini WB punya jam operasional berbeda. Selain libur di hari Ahad dan hari besar Islam, kini warung tutup pula setiap hari Senin dan Kamis. Menurut penjelasan pengelola, Senin dan Kamis adalah waktu untuk melaksanakan puasa Sunnah.
"Kami ingin WB menjadi agen atau penyampai nilai-nilai Islam kepada masyarakat sekitar. Selain konsep (ber)sedekah tidak harus menunggu kaya, kami pun ingin mensyiarkan perkara-perkara yang dicontohkan dan dicintai oleh Nabi, yaitu puasa Senin-Kamis," jelas Emmi.
Ringkasnya, WB kini buka setiap hari Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu mulai pukul 10.00-13.00 WIB. Sama seperti sebelumnya, WB membuka diri kepada siapa saja yang membutuhkan makan di tempat. Menu yang disajikan pun selalu berganti setiap hari, dan rasanya enak. Sebab WB sengaja mempekerjakan juru masak yang handal.
Secara terpisah Yetty Asofie menyampaikan harapan besarnya, terkait perjalanan WB ini.
"Masih sama seperti sebelumnya. Saya berharap ada orang yang mau mendonorkan tempat permanen untuk WB. Sehingga napas WB akan lebih longgar. Saya dan teman-teman tinggal fokus mengelola WB, tanpa dibuat cemas dengan urusan perpanjangan sewa tempat seperti yang sudah-sudah," tuturnya penuh semangat.
Menurut pensiunan PNS Kabupaten Cilacap ini, orang yang tergerak menyumbangkan tempatnya untuk WB kelak akan memperoleh keuntungan besar. Sebab hakikatnya sedekah tidak membuat harta berkurang, melainkan terus bertambah dengan pahala yang mengalir hingga di akhirat kelak.
"Saya percaya kita semua bisa ambil bagian dalam kerja akhirat ini. Ada yang menyumbang harta, tenaga, bahkan tulisan yang bermanfaat, tanpa mengurangi pahala satu sama lain," tandasnya.
Pembaca yang ingin menyalurkan donasi silakan melakukan transfer ke nomor rekening Bank Muamalat 542001 1528 atas nama Luki Herawati. Setelah itu bukti transfer bisa dikonfirmasi ke nomor salah satu pengelola yang terdapat pada banner di muka warung.




