Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label IIDN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IIDN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2026

Dari Teri ke Bayam, Ide Sahur Praktis Anti Ribet

 

Teri Kacang Bumbu Balado (foto: Resep Dapur Harian/WA)

Oleh: Gita FU 

Cilacap, kopidarigita.com--Apa kabar, Sobat? Puasa sudah berjalan sekian hari. Tentu kalian semakin enjoy, dong, ya? Atau masih suka bingung dengan menu sahur setiap hari?

Di postingan kali ini aku ingin berbagi beberapa ide menu untuk sahur yang praktis, menurut versiku. Sebab sebagai ibu yang tidak begitu mahir memasak, aku punya kecenderungan mencari jalan termudah. Nah, siapa tahu di antara kalian ada yang mirip denganku. Yuk, kita saling berbagi ilmu. 

Tanpa berpanjang kata lagi, ini dia daftarnya.

1. Teri kacang bumbu balado

Sesuai namanya menu ini berbahan utama ikan teri dan kacang tanah. Ikan teri yang dipakai adalah jenis teri nasi, yang mudah dikenali dari ukurannya yang kecil ya, Sobat. Menu ini cocok dimasak sebagai persediaan lauk harian sebetulnya. Karena teksturnya tidak berkuah, pedas, dan gurih. Pas untuk teman nasi hangat di kala sahur.

Aku akan spill resepnya kepada kalian. Simak, ya.

Bahan Utama:

* 200 gram teri nasi / teri medan 

* 250 gram kacang tanah kupas 

* Minyak secukupnya untuk menggoreng 

 Bumbu Halus:

* 8–10 buah cabai merah keriting 

* 5 buah cabai rawit merah (sesuaikan tingkat pedasnya)

* 4 siung bawang putih 

* 6 siung bawang merah 

* 1 buah tomat merah 

* 1 sdt garam 

* 1 sdm gula pasir

* ½ sdt kaldu bubuk (opsional)

Cara Membuat:

A. Goreng Kacang & Teri

* Goreng kacang tanah dengan api sedang hingga matang dan kecokelatan

* Angkat dan tiriskan.

* Goreng teri hingga kering dan renyah (jangan terlalu lama agar tidak pahit).

* Tiriskan dan sisihkan.

B. Tumis Bumbu Balado

* Haluskan semua bahan bumbu.

* Tumis dengan sedikit minyak hingga harum dan matang (tandanya minyak mulai terpisah dari bumbu)

* Koreksi rasa: harus gurih, manis, dan pedas seimbang 

C. Campur Semua

* Kecilkan api.

* Masukkan kacang dan teri ke dalam tumisan bumbu.

* Aduk cepat hingga tercampur rata dan bumbu melapisi semuanya 

D. Dinginkan

* Angkat dan biarkan dingin terlebih dahulu agar tetap renyah 

* Simpan dalam wadah kedap udara supaya tahan lama 🫙

Tips Supaya Renyah & Tahan Lama

✅ Pastikan teri benar-benar kering saat digoreng.

✅ Gunakan api kecil saat mencampur agar tidak gosong.

✅ Bisa ditambahkan daun jeruk iris tipis untuk aroma lebih segar

2. Bayam rebus

Ini mudah sekali, Sobat. Bayam yang sudah dibersihkan dan dipotong-potong sebelumnya, tinggal kalian rebus dalam air mendidih secukupnya. Beri sedikit garam, gula, dan kaldu bubuk supaya mirasa. Setelah matang, angkat, tiriskan dan sajikan. Oiya, boleh juga menambahkan bumbu pecel sebagai variasi rasa.

3. Telur rebus dan kecap

Ketimbang digoreng, sesekali sajikan telur rebus untuk sahur, Sobat. Selain mengurangi minyak, telur rebus juga aman buat yang punya asam lambung. Kecap bisa ditambahkan sebagai variasi rasa.

Demikian tiga ide resep sahur yang cukup praktis. Jangan bingung lagi, ya. Karena sebenarnya makanan paling baik adalah makanan yang ada dan tersedia saat itu di rumah. Dan berkah sahur bukanlah terletak pada jenis makanan yang kita makan, melainkan kesadaran kita untuk mengikuti sunah Nabi Muhammad Saw. Wallahu a'lam.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya ya, Sobat. 


"Challenge Menulis IIDN"




Ramadhan Sebagai Bengkel Jiwa

Ilustrasi Ramadhan sebagai bengkel jiwa (Nano Banana/Gemini AI)

Oleh: Gita FU

Cilacap, kopidarigita.com--Halo, Sobat kopidarigita! Ketemu lagi kita di bulan Ramadhan 1447 H. In this economy era, berhasil menjumpai bulan mulia ini adalah merupakan suatu keberuntungan besar menurutku. Ibaratnya begini: sebelas bulan kita tertatih-tatih menjalani kehidupan, maka ini saatnya kita mereparasi kerusakan-kerusakan yang terjadi selama perjalanan. Nah, bulan ramadhan adalah bengkel untuk keperluan tersebut.

Namun tentu saja keistimewaan bulan ini bakal berlalu begitu saja, kalau dari diri sendiri tidak ada kemauan mendapatkannya. Maka kupikir kali ini aku perlu memasang target pribadi. Supaya aku tidak terdistraksi hal-hal lainnya. Target ini meliputi perkara kalbu dan pikiran.

1. Kalbu 

Kalbu atau batiniah, adalah bagian yang menopang ku dari dalam. Aku ingin memiliki kalbu yang lembut, tidak gampang emosi. Maka langkah yang bisa kulakukan adalah memperbaiki kualitas ibadahku, yaitu:

  •  Sholat lima waktu di awal waktu. Perkara ini jujur aku sering tidak disiplin. Ketika waktu sholat tiba, aku merasa ketanggungan mengerjakan hal lain, misal memasak, mencuci, menjemur, atau (yang paling buruk) asyik scrolling di medsos. Padahal aku sering mengkaji bab keutamaan sholat di awal waktu. So, aku akan berusaha memperbaiki hal ini.
  • Memperbanyak baca Al-Qur'an. Jujur, ada masa di mana kebiasaan tadarus kulakukan setiap habis sholat subuh dan magrib. Namun akhir-akhir ini aku kerap melupakan rutinitas tersebut. Jangankan konsisten soal waktu, kualitas bacaanku pun memburuk. Maka, aku bertekad memperbaiki hal ini.
  • Memperbanyak zikir. Aku tahu dari kajian, bahwa hati yang kosong dari zikir akan terisi angan-angan. Betul, itu yang kurasakan. Aku kerap berangan-angan yang mustahil, terutama menyikapi kondisi finansial kami sekarang. Lalu aku bakal merasa marah terhadap Allah, dan menyalahkan Dia. Astaghfirullah, aku sungguh zalim. Aku harus memperbaiki kondisi ini.
  •  Sering berbagi atau bersedekah. Ini hal yang terasa tak masuk akal jika dompetmu sedang sekarat. Berbagai alasan muncul agar aku tak perlu berbagi kepada siapapun. Padahal itu pikiran keliru. Berbagi atau bersedekah tak harus dengan uang. Mempermudah urusan orang lain pun bisa dikategorikan bersedekah. 

2. Pikiran

Pikiran yang sempit bisa jadi berawal dari wawasan yang picik, gampang menyerah, dan menyalahkan Allah. Maka kupikir aku harus keluar dari kondisi tersebut. Caranya antara lain: banyak membaca, banyak mendengarkan nasihat, aktif berdiskusi dengan orang yang berilmu, rajin meningkatkan kapasitas diri dengan ilmu yang tepat. 

Allah berfirman dalam kalam-Nya, bahwa Dia tak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang ingin berubah. Maknanya, jika ingin ditolong Allah untuk keluar dari keadaan yang sulit, maka bergeraklah. Bergerak mencari jawaban, mencari data upaya pertolongan. Maka jalan keluar itu akan muncul. 

Atau analogi lain: 

Seorang pria mengalami bocor ban motor. Padahal ia sedang berada di wilayah yang amat sepi, rumah-rumah penduduk pun nyaris langka. Ia sudah lelah, tapi jika memutuskan berhenti maka masalah ban bocornya pun tidak hilang. Maka ia putuskan terus saja berjalan. 

Hingga akhirnya pertolongan Allah datang melalui munculnya seorang penduduk. Akhir cerita, lelaki itu mendapat pertolongan. Penduduk yang muncul itu bersedia mendorong motor dengan cara di-step dari belakang. Bayangkan hal yang mungkin terjadi, jika lelaki itu tetap diam di tempat semula setelah mengalami ban bocor. 

Demikianlah sobat. Aku berharap tulisan ini menjadi pengingat buatku, untuk betul-betul memperbaiki diri di bulan Ramadhan.


"Challenge Menulis IIDN"